Bagian 1

Pak Guru, Bu Guru…jadilah guru yang ikhlash. Sekiranya muridmu tak bisa memahami seluruh pelajaran darimu karena sedikitnya ilmumu atau kurang baiknya metodemu, minimal mereka belajar dari keikhlasanmu. Yang mungkin, itu lebih berharga buat mereka dari semua materi di buku-buku itu..

:::

*Al-Rajhi, milyarder Saudi Berkisah*

*edisi khusus*
Dahulu, hidup saya sangat susah alias faqir, sampai-sampai saya tidak bisa ikutan rihlah atau tamasya yang dilaksanakan oleh sekolah saya yang waktu itu biaya pendaftarannya hanya 1 riyal saudi saja, walaupun saya sudah menangis-nangis memohon kepada keluarga agar saya dapat  ikutan rihlah, tapi tetap saja kelurga saya tidak punya uang 1 riyal untuk mendaftarkan saya ikutan rihlah.
Sehari sebelum rihlah, saya berhasil menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan guru di kelas, lalu guru  itupun memberi saya uang satu riyal sebagai hadiah, diiringi tepuk tangan para murid-murid yang lain.
Pada saat itu, saya tidak lagi mikir apa-apa, selain berlari kencang untuk mendaftarkan diri ikutan rihlah. Duka nestapa saya terasa terbang seketika dan berubah total

menjadi bahagia berkepanjangan selama berbulan-bulan.
Hari-hari sekolahpun berlalu, sayapun dewasa untuk melanjutkan kehidupan. Setelah melewati berbagai rintangan hidup, setelah bekerja keras selama bertahun-tahun dan berkat anugerah dari Allah sayapun lebih maju  dan selanjutnya saya membuat yayasan sosial.
Setelah saya memulai bergerak dibidang amal sosial, saya kembali teringat kisah kecil saya, teringat kembali guru kecil saya orang Palestina itu, yang pernah memberi saya uang 1 riyal. Saya mulai mengingat-ingat, apakah beliau dahulu memberi saya uang 1 riyal itu sebagai sedakah atau kah hadiah karena saya sudah berhasil menjawab pertanyaannya. Yang jelas saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Saya berkata di dalam hati, apapun motif dan niat sang guru, beliau sudah  menyelesaikan problem besar saya saat itu tanpa membebankan siapa-siapa.
Oleh karenanya, saya mengunjungi kembali sekolah saya itu ,  lalu saya mendatangi kantor sekolah dan mencari tau keberadaan guru saya orang Palestina itu, sampai akhirnya saya mendapatkan jalan untuk menemuinya. Saya pun akhirnya merencanakan untuk menemuinya untuk mengetahui kondisinya saat ini.
Singkat kata, sayapun akhirnya dipertemukan kembali oleh Allah dengan guru baik itu, dan kondisinya sangat susah, tidak lagi  bekerja dan siap-siap pulang pulang kampung.
Selanjutnya, setelah saya memperkenalkan diri, saya katakan padanya bahwa saya punya hutang besar padanya pada beberapa tahun yang lalu. 
Guru saya ini kaget bukan kepalang, “apa benar ada orang yang punya hutang pada saya”, katanya.
saya pun menjelaskan, “apakah bapak masih ingat dengan murid bapak yang pernah bapak beri uang satu riyal karena murid bapak itu berhasil menjawab soal yang bapak lontarkan di kelas bapak saat itu?”
Setelah berusaha mengingat-ingat, guru saya ini akhirnya tertawa, dan berkata: “ya..ya…saya ingat. Jadi kamu mencari saya untuk mengembalikan uang 1 riyal itu”. 

“Ia pak” jawab saya. Setelah sedikit berbincang lagi, saya bawa beliau naik mobil  dan kamipun beranjak.
Selanjutnya, kami sampai ke tujuan, dan kendaraan kami berhenti tepat di depan sebuah Villa Indah. Kami keluar dari mobil dan memasuki Villa tersebut. Setelah berada di dalam Villa, saya menyampaikan niat saya kepada guru saya ini, “Pak, villa ini  saya berikan kepada bapak untuk melunasi hutang saya dahulu, plus mobil yang tadi kita naiki, dan gaji per bulan seumur hidup, serta pekerjaan buat putra bapak di perusahaan saya”.
Guru saya ini kaget bukan kepalang, dan berujar, “tetapi ini terlalu banyak nak!” 

“percayalah pak, kegembiraan saya dengan 1 riyal yang bapak berikan pada saya saat itu lebih besar nilainya   dibandingkan dengan villa seperti ini, saya tidak akan dapat melupakan kebahagiaan itu sampai sekarang”, jawab saya.

******

Inilah buah dari *didikan agama yang baik*. Tebarkan bahagia, ungkai duka nestapa sesama, dan tunggulah balasan terbaik dari-Nya. 
[Translate: Kivlein Muhammad]

Kutipan dari FB.

===

***Pesan Untuk Para Guru*** 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Tidak semua guru mempunyai murid seperti Ar rajhi tetapi keikhlasan anda ,hadiah anda yang anda sisipkan dari gaji anda yang kecil yang berbekas kebaikan bagi anak didik anda tidak a’lam  Allah Ta’ala sia-siakan. Teruslah mengajar dengan ikhkas, kadang kala keikhlasan anda akan dibalas di dunia, (dan tentu di akhirat)  Allah Ta’alaa ingin memberi kejutan nanti di jannahNya dengan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Al jaza min jinsil amal…balasan kebaikan akan dibalas dengan yang lebih baik lagi…untuk rekan guru dan para ustadz teruslah berbuat baik untuk anak-anak generasi Islam semoga mereka menjadi anak-anak shalih dan shalihah yang bermanfaat untuk dirinya, keluarganya agama, dan orang2 banyak ..aamiin
Wallahu a’lam

===

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s